Anak merengek tanpa henti karena tidak mendapatkan permen yang diinginkan, sementara tumpukan pekerjaan rumah tangga dan tenggat waktu pekerjaan kantor seolah mengejar...
Di sudut kamar yang remang-remang, Elara menatap tumpukan tagihan yang semakin tinggi, diselingi tumpukan mimpi yang kini terasa hancur berkeping-keping.
Anak merengek tanpa henti karena tidak mendapatkan permen yang diinginkan, sementara tumpukan pekerjaan rumah tangga dan tenggat waktu pekerjaan kantor seolah mengejar...
Di sudut kamar yang remang-remang, Elara menatap tumpukan tagihan yang semakin tinggi, diselingi tumpukan mimpi yang kini terasa hancur berkeping-keping.